Thursday, 10 December 2009

Belanja Baju Muslim Secara "Online"

Datang ke toko, berinteraksi dengan penjual, dan melihat langsung barang adalah cara umum berbelanja, Jumat (21/8). Tapi bagaimana jika Anda tak punya waktu berburu barang favorit? Belanja lewat Internet bisa menjadi solusi. Anda hanya perlu mengetik alamat sebuah toko online seperti http://rumahmadina.com dan akan merasa seperti mengunjungi butik. Selanjutnya, pilih baju muslim yang sesuai dengan selera. Inilah yang coba ditawarkan pengusaha distro pakaian muslim.

Untuk bertanya seputar produk, Anda bisa menggunakan layanan chatting dan operator bakal menjawab pertanyaan Anda. Kendati demikian, terkadang ada konsumen yang belum puas jika tak memegang langsung pakaian yang diinginkan. Karena itu, tetap terbuka kesempatan untuk datang langsung ke lokasi.

sumber : Liputan6

Thursday, 3 December 2009

Warna Mencolok Dominasi Busana Lebaran

Warna-warna cerah bakal menjadi tren untuk baju Muslim tahun ini. Dominasi hijau, merah, kuning, dan biru masih akan digandrungi kaum Hawa yang memiliki jiwa muda. "Pada 2009 ini masih warna-warna terang yang mencolok," ujar Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Taruna K. Kusmayadi di Jakarta, Jumat (11/9).

Sejumlah perancang APPMI pun ikut bersemangat menciptakan busana Muslim dengan warna serba mencolok. Sebut saja Irna Mutiara, Ida Royani, Dian Pelangi, Meri Pramono, dan Ana Farida. Mereka memilih sentuhan budaya Timur Tengah untuk acuan tahun ini. Sebagian besar dari perancang ini juga menggunakan bahan sutra yang halus.

Sebagai bocoran, Ketua APPMI menjelaskan, tren busana Muslim 2010 akan bergeser ke warna-warna lembut. "Prediksi saya pada Lebaran 2010 dominasi warna baju Muslim akan bergeser kepada warna-warna lembut," ungkapnya seperti dilansir ANTARA.(LUC)

Busana Muslim Nusantara ala Amy Atmanto

Tren yang mengedepankan corak budaya Indonesia sudah menjadi bagian dari karya para desainer di Tanah Air, termasuk Amy Atmanto. Bahkan, wanita yang terkenal dengan rancangan payetnya ini menciptakan busana muslim yang dipadukan dengan busana khas sejumlah daerah.

Menurut Amy yang pernah merancang kebaya untuk Miss Universe pada 2007 silam ini, dirinya selalu memberi sentuhan Indonesia dalam karyanya. Selain untuk memperkenalkan corak daerah ke mata dunia, keindahan Nusantara harus dipertahankan sebagai identitas bangsa. Demikian penjelasan Amy yang ditemui ketika berkunjung ke Studio Liputan 6 SCTV, Jumat (11/9).

Terkait karya busana muslim tahun ini, Amy lebih menitikberatkan pada bordir Tasikmalaya, Jawa Barat. "Tentunya, saya memakai yang high quality," ungkapnya. Corak lainnya, terlihat dari busana pemilik butik busana muslim Royal Kaftan ini yang bercorak bunga anggrek asli Indonesia. Lebih lengkap, Amy akan memamerkan beberapa busana muslimnya dalam tayangan Liputan 6 Siang akhir pekan.(AND)

Wednesday, 18 November 2009

Merancang busana muslim

Merancang busana muslim

Ida royani, ditugasi merancang sejumlah busana muslim oleh nyonya munawir syardzali, untuk dipamerkan pada pesta mtq di pontianak.

penyanyi Ida Royani, tak cuma mahir tarik 5 suara, tapi juga lincah merancang pakaian muslim "Sejak kecil, pakalan yang saya kenakan saya rancang sendiri," kata Ida. "Apalagi kalau pakaian itu harus dipakai ke pentas atau televisi, tak akan saya menggunakan rancangan orang lain."

Sejak jadi istri Pemusik Keenan Nasution, Ida, yang pernah menikah dengan seorang pangeran dari Malaysia, mengakul, "Di mana pun saya tampil, baju yang saya kenakan baju muslim yang sesuai dengan ajaran Islam." Tak usah heran. Keenan, di samping seniman, dulu Juga dikenal aktif mengadakan pengajian.

Penampilan Ida dengan jilbabnya, yang mengesankan sebagai mpok-mpok modern, telah menggugah hati Nyonya Munawir Syadzali, istri Menteri Agama. Lalu ia minta Ida membuat lima belas rancangan busana muslim untuk dipamerkan pada pesta MTQ di Pontianak. Pekan lalu, sebelum diperagakan di Pontianak, rancangan Ida termasuk di antara busana Muslim yang dipamerkan di rumah Menteri Agama, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dan banyak mendapat pujian tamu.

Ada rencana membuka butik? "Insya Allah. Tapi butik saya tidak khusus untuk busana Muslim. Segala model saya jual," kata Ida. Ia belakangan ini aktif lagi berduet dengan Penyanyi Benyamm S., pasangannya semasa remaja, tapi sudah tidak segenit dulu.

Tuesday, 17 November 2009

Tasikmalaya sebagai penghasil busana muslim

Tasikmalaya tepatnya daerah singaparna selain dikenal dengan daerah santri juga dikenal sebagai produsen busana muslim yang cukup diperhitungkan, di daerah tersebut baju muslim selain dikerjakan sebagai usaha koperasi juga di kerjakanan sebagai industri rumahan, mulai dari rumah rumah petak, bedeng bednag santri juga kios kios yang khusus diirikan untuk usaha tersebut.

Tidak jarang di setiap rumah akan kita dapati anak anak seusai sekolah dengan santainya merajut payet untuk dijadikan bahan pemanis pada jilbab maupun busana muslim, bahkan baju koko bahkan menurut beberapa pengrajin busana muslim tidak jarang pengusaha pengusaha yang sudah mapan asal Jakarta menyewa tenaga mereka dengan upah yang lebih murah dibandingkan ongkos yang sama bila di kerjakan di Jakarta, sehingga membuat penduduk sekitar ikut terbantu perekonomian mereka,

Ada salah satu pesantren bahkan basa membiaya opersional pesantrennya hanya dengan mengandalkan usaha busana muslim, pengelola pesantren tidak memungut biaya apapun dari para santrinya, mulai dari biaya pemodokan, alat tulis untuk sarana beljar mengajar bahakan untuk makan sehari hari, hal ini setiap hari sehabis belajar agama pada siang hari mereka kebanyakan langusng di berdayakan sebgai pengrajin busana muslim, sehingga begitu selesai atau tamat belajr di pesantren tersebut selain ilmu agama di dapat mereka sudah di tempa dengan ilmu kewirausahaan sehingga siap terjun ke mayarkat.

Di daerah tasikmalaya disamping tersedia bahan dasar, tasikmalaya juga dikenal tenaga upah yang murah , biasaanya para pengusaha Jakarta memasok bahan yang sudah di potong untuk setiap busana sehingga pengrajin yang pada umumnya beragama muslim tinggal mengikuti pola yang sudah ada sesuai pesanan, selain menerima order pengusaha asal setempat juga menjual sebagain besar busana muslimah nya ke Jakarta tepatnya langusng ke tanah abang, apa lagi sekarang di Jakarta seperti tanah abang dan cipulir dan mungkin bebrapa daerah lain sudah ada zona khusus busana asal tasik hal ini sudah berlangsung mulai sekitar tahun 90 an dimana pakaian muslim mulai di lirik bukan hanya sebagai pakain musiman namun juga sebgai pakaian sehari hari